
Lawatan Keluarga Besar KOLE dari Johor Malaysia ke Keraton Amantubillah Mempawah
, 10 Jun 2026
Keraton Amantubillah
Mempawah di Kelurahan Pulau Pedalaman, Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten
Mempawah, Kalimantan Barat menerima lawatan Keluarga Besar KOLE dari Johor,
Malaysia, Rabu (3/6/2026).
Kunjungan tersebut disambut hangat oleh Keluarga Besar Nashab Opu Daeng Manambon (NODAM) yang dipimpin Ketua NODAM, Gusti Veri Ibrani Al Opu.
Lawatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan silaturahmi dan kekerabatan antar keturunan lima Opu Bersaudara yang tersebar di berbagai wilayah Nusantara dan Malaysia. Kegiatan tersebut memiliki makna yang sangat penting dalam menjaga hubungan kekeluargaan sebagai sesama keturunan lima Opu Bersaudara, termasuk keturunan Opu Daeng Manambon yang memiliki peran besar dalam sejarah Kerajaan Mempawah.
ia menjelaskan, KOLE yang
berarti Kule, Kula, Kulo atau “Saya” merupakan wadah kekerabatan yang
diinisiasi oleh kerabat Kerajaan Sambas.
Organisasi ini bertujuan
mempertemukan dan mempererat hubungan antar keturunan lima Opu Bersaudara yang
kini tersebar di berbagai daerah dan negara.
“Melalui KOLE, para keturunan dapat saling mengenal, menjalin silaturahmi, serta melakukan kunjungan antarwilayah untuk memperkuat ikatan sejarah dan kekeluargaan,” ujarnya.
Kehadiran rombongan dari
Johor menjadi bukti kuatnya semangat menjaga warisan sejarah dan hubungan
persaudaraan lintas negara.
Dalam kesempatan tersebut, Pak Cik Taufik dari Kekerabatan KOLE Johor dan Uray Elly dari Kekerabatan KOLE Sambas mengaku terkesan dengan kemampuan keluarga besar Keraton Amantubillah dalam menelusuri silsilah keturunan hingga kepada Opu Daeng Manambon.
Mereka menyebutkan, garis
keturunan tersebut saat ini telah mencapai generasi ke-8, ke-9, ke-10 hingga
ke-11.
Napak tilas Kekerabatan
KOLE Johor berlangsung pada 1 hingga 5 Juni 2026. Perjalanan diawali dengan
ziarah ke makam Sultan Tengah di Sentubong, Kuching, Malaysia, kemudian
dilanjutkan ke Istana Alwatzikhoebillah Sambas dan makam para Sultan Sambas.
Rombongan selanjutnya mengunjungi Keraton Amantubillah Mempawah, makam Raja-raja Mempawah serta makam Habib Husein.
Setelah dari Mempawah,
rombongan dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Pontianak untuk mengunjungi
makam Sultan Syarif Abdurrahman di Batulayang, Tugu Khatulistiwa, Keraton
Kadariah, serta sejumlah situs wisata budaya lainnya.
Rombongan kemudian akan
kembali ke Malaysia pada 5 Juni 2026 melalui Bandara Internasional Supadio,
Kubu Raya.
apkan semakin memperkuat hubungan kekerabatan dan melestarikan nilai-nilai sejarah yang diwariskan oleh lima Opu Bersaudara kepada generasi penerus di Indonesia maupun Malaysia.